Kamis, 02 Juni 2011

Sinopsis Princess Hours


Princess Hours Episode Perdana
Di jaman modern dimana Korea berbentuk kerajaan, pihak istana mendapat kabar buruk : Kaisar mengalami sakit keras dan umurnya tidak lama lagi. Sebagai persiapan, Ibu Suri tidak punya pilihan lain selain mencarikan jodoh bagi putra mahkota Pangeran Lee Shin supaya bisa menggantikan posisi ayahnya.
Yang jadi masalah, Lee Shin sendiri sebenarnya masih duduk di bangku sekolah (ia bahkan mendapat pengawalan ketat saat menempuh pendidikan dan menjadi sorotan dan idaman siswa lain). Salah satunya adalah Shin Chae-kyoung, seorang gadis ceria yang duduk di tingkat tiga jurusan desain.
Namun, kekagumannya berubah akibat sebuah insiden yang justru menunjukkan kesombongan Lee Shin, gadis itu bahkan sempat berangan-angan untuk membalas perlakuan pemuda itu (namun tentu saja ia tidak berani). Tanpa sengaja, di satu kesempatan ia mendengar Lee Shin melamar seorang gadis yang juga bersekolah ditempat yang sama, namun ketika sedang menguping, mendadak ponselnya berbunyi.
Keruan saja Lee Shin dan Min Hyo-rin, nama gadis yang dilamar itu (namun menolak karena ingin mengembangkan karir sebagai penari profesional), langsung keluar tapi untungnya Chae-kyoung langsung mengambil langkah seribu. Keluarga Chae-kyoung sendiri saat itu sedang mengalami masalah keuangan, usaha ayahnya bangkrut dan ibunya harus bekerja sebagai seorang agen asuransi.
Yang tidak diketahui orang-orang, kakek Chae-kyoung ternyata bersahabat dekat dengan almarhum kaisar yang adalah kakek Lee Shin, keduanya bahkan telah sepakat akan menikahkan cucu masing-masing. Keruan saja di tengah kesulitan finansial, kedua orang tua gadis itu senang bukan main ketika beberapa utusan kerajaan datang untuk melamar.
Ketika sampai di rumah (setelah sebelumnya sempat bertemu dan diancam Lee Shin), Chae-kyoung yang melihat tumpukan surat tagihan berjanji pada sang ibu untuk membantu di kemudian hari dengan menjadi seorang desainer terkenal. Di dalam rumah, ayahnya sibuk mencari cincin peninggalan sang kakek, yang ternyata digunakan sebagai ganjalan meja.
Waktu ditunjukkan siapa calon istrinya, Lee Shin kaget luar biasa karena mengenali siapa orang yang dimaksud. Begitu juga dengan Chae-kyoung, yang langsung menolak mentah-mentah bahkan berniat mengembalikan cincin pemberian kerajaan. Di sekolah, Hyo-rin mendengar berita soal lamaran tersebut dari rekannya, dan kaget saat diberitahu Lee Shin kalau pemuda itu sudah punya calon lain.
Sudah berdandan rapi dan memutuskan untuk menyampaikan penolakan, Chae-kyoung akhirnya berubah pikiran ketika rentenir datang dan menyita semua barang-barang termasuk rumahnya. Dengan langkah gontai, ia akhirnya diberangkatkan untuk bertemu Ibu Suri. Apes baginya, saat menunggu sejumlah kecerobohan kembali dilakukan.
Princess Hours Episode 2
Ucapan itu tentu saja membuat Permaisuri kaget, namun akhirnya disanggupi. Tak lama kemudian, giliran Ibu Suri muncul dan langsung melihat bercak noda di rok Chae-kyoung. Melihat sikap gadis itu, ibunda Kaisar itu langsung menyukai Chae-kyoung yang polos.
Permaisuri sendiri menentang rencana pernikahan tersebut, namun Ibu Suri berhasil meyakinkan bahwa Chae-kyoung adalah calon yang pas. Bagaimana dengan Chae-kyoung sendiri? Setelah pulang dan berpikir lama, pikirannya berubah lagi. Namun saat hendak mengembalikan cincin, di tengah jalan ia melihat selebaran rencana pernikahan Pangeran……lengkap dengan foto gadis itu saat baru bangun tidur.
Begitu sampai di rumah, ia menangis tersedu-sedu karena foto yang digunakan sangat kocak. Paginya saat bangun, rumah Chae-kyoung sudah dikerubungi wartawan dan wajahnya yang baru bangun tidur langsung menghiasi halaman depan. Di istana, Ibu Suri langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Chae-kyoung di koran.
Chae-kyoung harus menyelinap dari para wartawan untuk bisa berangkat sekolah, dan disana para sahabat baiknya memusuhinya karena dianggap merebut Lee Shin dari mereka. Di hari yang sama, Hyo-rin berangkat meninggalkan Korea untuk mengejar mimpinya sebagai pebalet.
Ketika hendak berangkat, gadis itu bertemu dengan Lee Yool yang baru tiba di Korea tanpa tahu siapa pemuda itu sebenarnya. Memutuskan untuk langsung datang ke istana, kehadirannya disambut hangat oleh Ibu Suri dan semua orang, kecuali Permaisuri yang merasa waswas.
Di sekolah, Chae-kyoung akhirnya kehilangan kesabaran saat Shin menghinanya, namun tendangan kungfu malah membuatnya terjatuh. Ketika dikejar-kejar oleh guru piket, gadis itu bertemu dengan Yool (memutuskan untuk masuk ke sekolah biasa), yang setengah takjub melihat gadis itu melepas celana olah raga didepannya.
Pertemuan kembali dengan Yool membuat Shin gembira, ia akhirnya mengaku kalau motifnya adalah memberi pelajaran pada keluarga kerajaan dengan menyetujui perjodohan, dan sedikit heran ketika sang sepupu menyebut Chae-kyoung sebagai gadis yang manis. Malamnya di istana, pemuda itu diperingati Permaisuri untuk berhati-hai pada Yool yang dicurigai mempunyai motif lain kembali ke Korea.
Hari pernikahan yang semakin dekat membuat Chae-kyoung resah, dan sebelum pergi, untuk terakhir kalinya ia tidur bersama ayah dan ibunya, yang merasa trenyuh melihat sikap putrinya. Dengan berat, keesokan harinya mereka melepas Chae-kyoung yang tampil begitu cantik dengan pakaian tradisional dan siap dibawa ke istana untuk tinggal disana.
Princess Hours Episode 3
Kehadiran Chae-kyoung menjadi masalah baru di istana. Selain tertangkap basah oleh Permaisuri tidur saat belajar, ia juga membuat pelayannya pusing tujuh keliling karena kerap menghilang untuk bermain-main. Bisa ditebak, para pelayan itu langsung dimarahi oleh atasannya.
Menghapalkan begitu banyak aturan membuat Chae-kyoung tertekan, apalagi bila gagal, dua pelayannya yang bakal dihukum (karena berusaha memberi bocoran). Beruntung gadis itu cukup gesit, dan dengan sedikit akal bulus (dengan menulis contekan di pergelangan tangannya), ia bisa melewati sesi tanya-jawab soal hal yang harus dilakukan saat pernikahan dengan mulus.
Atas saran Yool, Shin mendatangi tempat Chae-kyoung berada, memberikan sejumlah hadiah), dan menuturkan sejumlah hal yang ditujukan untuk menghibur gadis itu. Namun, hati Chae-kyoung sedih karena selain tahu semua itu bukan atas inisiatif Shin, pemuda itu juga menyatakan siap menceraikan dirinya di masa depan bila semua tidak berjalan lancar.
Hari pernikahan yang ditunggu jutaan warga Korea akhirnya tiba, lengkap dengan segala atribut dan aturan kekaisaran. Saat kejadian bersejarah itu, Yool yang berada di ruangannya diminta untuk segera mengenakan pakaian tradisional, sementara Hyo-rin memasuki detik-detik akhir kompetisi balet.
Dengan pakaian biasa, Yool melihat upacara pernikahan dari kejauhan sebelum akhirnya keluar dari kerumunan dengan perasaan berkecamuk. Dari layar televisi, baik Ibu Suri maupun Permaisuri bisa bernapas lega mengingat meski persiapannya sangat pendek, upacara bisa berjalan dengan lancar.
Iring-iringan kereta yang dinaiki Shin dan Chae-kyoung akhirnya memasuki jalan-jalan di kota besar, dan tiga sahabatnya harus kecewa karena gadis itu tidak melihatnya. Ketika kedua pengantin memberi hormat, kembali terjadi insiden kecil ketika mahkota Chae-kyoung yang besar menimpa kepala orang didepannya.
Begitu malam tiba dan memasuki sesi menyantap hidangan dan minum arak bagi kedua pengantin, akhirnya hal yang tidak diharapkan terjadi juga : Chae-kyoung menggigit tangan Shin karena kesal akan sikap arogannya sehingga pria itu kehilangan kendali.
Princess Hours Episode 4
Di luar negeri, Hyo-rin akhirnya mendapat tawaran beasiswa yang diidam-idamkannya, namun pikirannya berubah begitu melihat tayangan pernikahan Lee Shin dan Chae-kyoung. Setelah menenangkan diri, ia akhirnya menolak tawaran tersebut dan memutuskan untuk kembali ke Korea.
Menghadap Ibu Suri dan kedua orang tuanya bersama istri barunya, Shin dibuat kecewa karena keinginannya pindah dari istana utama ditentang. Dengan wajah kesal, ia berdiri dan menarik Chae-kyoung keluar. Rupanya, itu adalah strategi pria itu agar kemauannya dituruti. Begitu Shin pergi, kedua orang tuanya mulai saling menyalahkan.
Tidak habis pikir dengan sikap Shin, Chae-kyoung yang baru saja hendak bersantai dikamar barunya harus menahan sedih karena lagi-lagi diminta untuk belajar. Hidup barunya sebagai anggota kerajaan sendiri juga tidak mudah, karena kali ini ia datang ke sekolah dengan kawalan. Begitu sampai, Chae-kyoung bertemu dengan Yool yang mengembalikan celana olah raga gadis itu.
Tidak sadar kalau pria itu adalah sepupu Shin, dengan cepat Chae-kyoung akrab dengan Yool yang mau mendengar keluh-kesahnya karena diacuhkan oleh teman-teman sekelas. Tak jauh dari sana, Shin berpapasan dengan Hyo-rin yang kembali ke sekolah. Namun, nampaknya usaha gadis itu untuk kembali mendapatkan cinta Shin sia-sia.
Siapa sangka, semua itu ternyata bagian dari rencana teman-teman sekelasnya untuk mengerjai Chae-kyoung. Hidupnya benar-benar bagai seorang putri, saat pulang ia langsung ditempel para pengawal. Yool yang mengantar hanya bisa tersenyum, meski dalam hatinya merasa sakit karena tahu betul posisi Shin seharusnya menjadi milik pemuda itu.
Setelah sempat bertemu Yool di sebuah toko bunga, Hyo-rin kembali berpapasan dengan pemuda itu, yang sedang bersama sang ibu yang baru kembali ke Korea, di depan sebuah hotel dan menyapanya. Siapa sangka, ternyata guru balet gadis itu mengenal betul ibu Yool, dan dari situ, Hyo-rin baru tahu kalau teman satu sekolahnya itu adalah seorang pangeran.
Chae-kyoung mulai merasakan penderitaan sebagai keluarga kerajaan yang hidupnya benar-benar terjadwal, apalagi ia juga harus berulang-ulang menghapalkan puisi kuno. Begitu mendapat kesempatan untuk melarikan diri (dengan alasan panggilan dari Shin), gadis itu langsung ‘melarikan diri’ dari ruang kelas diiringi tatapan kesal sang guru.
Kesepian berada di kamar sendirian, Chae-kyoung memutuskan untuk menelepon keluarganya. Namun entah kenapa, hati gadis itu masih merasa kosong dan sepi. Ketika berjalan keluar, ia melihat Shin memeluk boneka dengan sedih, dan merasa bahwa hal itu disebabkan karena sang suami tidak menikah dengan wanita yang dicintai. Sudah tentu, itu membuat Chae-kyoung makin sedih.
Princess Hours Episode 5
Siapa sangka, Chae-kyoung malah mendapat ‘bala bantuan’ tak terduga yang membuat suasana hatinya di istana lebih ceria : Lee Yool. Mengenali pemuda itu sebagai rekan satu kelas, gadis itu terkaget-kaget saat tahu Yool ternyata adalah anggota keluarga kerajaan.
Berkat pria yang punya nama lain Pangeran Lu Seong tersebut, ditambah kehangatan Kaisar dan para petinggi istana lainnya, Chae-kyoung mulai bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya yang penuh aturan. Tidak hanya itu, ia juga merasa bahwa kebudayaan didalam kerajaan sangat menarik.
Di tempat lain, Hwa-yeong yang masih merasa sakit hati dengan keluarga kerajaan yang dianggap menyingkirkannya ke luar Korea mempersiapkan rencana terbarunya : membuka sebuah tempat yoga yang sekaligus digunakan sebagai basis untuk mengumpulkan pendukung dan merencanakan untuk menggulingkan Raja yang sah.
Tidak terasa hari ulang tahun Shin semakin dekat dan sebagai istri yang baik, Chae-kyoung berniat mempersiapkan yang terbaik supaya pemuda itu senang sekaligus tidak merasa sedih lagi. Tapi lagi-lagi, rencananya tidak berjalan dengan mulus.
Pasalnya, pesta yang sudah dirancang tersebut ternyata dihadiri oleh para sahabat pria Shin yang sudah lama tidak menyukainya. Seolah penderitaannya belum lengkap, belakangan muncul satu sosok lagi yang sama sekali tidak diharapkannya : Hyo-rin.
Princess Hours Episode 6
Namun seperti layaknya seorang pangeran, Shin tidak mau menunjukkannya secara terang-terangan dan malah menyindir Chae-kyoung dengan berbagai cara. Sudah tentu, hal itu membuat sang istri marah besar dan bisa ditebak : keduanya kembali bertengkar hebat.
Tidak sadar kalau Shin cemburu, hubungan Chae-kyoung dengan Yool sendiri makin akrab, bahkan pemuda itu mengajarkannya sebuah puisi, sementara gadis itu mengajari sepupu sang suami berbagai cara untuk mengelabuhi guru di sekolah. Siapa sangka, hal tersebut malah membantu Chae-kyoung saat berhadapan dengan Ibu Suri, yang langsung memuji kemajuan pesatnya.
Masalah kerajaan ternyata berdampak negatif pada popularitas Shin sebagai putra mahkota, terbukti ketika ia dilempari telur saat hadir ke peresmian sebuah museum. Hal itu sudah tentu membuatnya dan Chae-kyoung, yang sempat berusaha melindungi namun tidak berhasil, sedih bukan main.
Melihat kejadian itu, Yool berusaha menghibur Chae-kyoung dengan menggenggam tangan gadis itu. Hal tersebut dilihat oleh Shin yang langsung marah-marah, Chae-kyoung sudah tentu kaget dan langsung memeluknya sambil menangis.
Di tempat lain, Selir Hye-jong yang tak lain adalah ibu Yool akhirnya memulai tahap pertama rencananya dengan membuka sebuah tempat kebugaran yoga. Begitu tahu Hyo-rin punya hubungan dengan Shin, dengan licik ia berusaha memanfaatkan gadis itu supaya bisa kembali merebut tahta kerajaan.
Tidak hanya itu, dengan berani Selir Hye-jong juga datang ke pesta keluarga kerajaan. Meski kaget, Ibu Suri merasa sangat senang karena merasa keluarganya kini telah utuh lagi. Ia tidak sadar akan rencana sang menantu, yang seolah semakin mendapat peluang ketika mendengar pernikahan Shin dan Chae-kyoung dilaksanakan karena kondisi kesehatan Kaisar.
Dalam pesta tersebut, Chae-kyoung benar-benar tampil mempesona ketika melantai bersama Shin. Tidak sedikit dari pengunjung yang iri melihat kedekatan mereka dan hanya menonton dari kejauhan, termasuk Yool.


Princess Hours Episode 7
Tidak kehabisan akal, Chae-kyoung membuat boneka dimana kedua sisinya menampilkan wajah Shin yang merengut dan tersenyum. Hal itu malah membuat sang suami geleng-geleng, dan sekali lagi gadis itu merasa terhina oleh ucapan ketus Shin. Sudah tentu, kemarahan tersebut dilampiaskannya pada boneka malang itu.
Paginya, Chae-kyoung mendapat kejutan ketika Ibu Suri, yang tidak bisa menahan senyum melihat tingkah gadis itu, memperbolehkannya untuk pulang ke rumah orang tuanya. Kegembiraannya semakin bertambah saat tahu semua itu adalah ide Shin, dan dan dengan gembira menggandeng tangan pemuda itu. Adegan tersebut dilihat oleh Yool, yang hanya bisa termangu.
Tapi tinggal di rumah orang tua Chae-kyoung ternyata tidak semudah yang diperkirakan, mengingat kebiasaan yang bertolak belakang dengan istana. Yang membuat semuanya terkejut, ternyata Shin meminta kamar yang sama dengan Chae-kyoung. Keruan saja gadis itu sebal, apalagi ternyata semua itu dilakukan Shin untuk menjahilinya. Keduanya kembali bertengkar dan saling berebut tempat tidur.
Meski jengkel karena harus menatap punggung Shin, diam-diam Chae-kyoung mendapat perasaan aneh yang seolah membuatnya tidak sungkan lagi berada bersama pemuda itu. Lamunan tersebut akhirnya membuatnya tertidur, dan ketika Shin terbangun, ia kaget ketika merasakan punggungnya basah. Rupanya, sang istri tertidur sambil bersender padanya dan tanpa sadar mengeluarkan air liur.
Bingung harus melakukan apa, kedua orang tua Chae-kyoung sepakat untuk mengantarkan air minum ke kamar Shin dan sangat kaget saat melihat sang putri tidur pulas sambil berpelukan dengan Shin. Mereka akhirnya sepakat kalau keduanya harus dipisahkan, dan Chae-kyoung yang malang harus merelakan dirinya tidur di lantai gara-gara kalah suit.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, Shin merasakan bagaimana hidup menjadi orang biasa dan mencicipi nikmatnya memakan sayur-sayuran yang ‘dilarang’ di istana. Di sekolah, Shin dan Chae-kyoung menceritakan kejadian yang dialami di rumah orang tua gadis itu pada sahabat masing-masing sehingga keduanya menjadi bulan-bulanan.
Ucapan teman-temannya membuat Chae-kyoung jadi salah tingkah saat ditinggal di rumah bersama Shin, apalagi jantungnya serasa berdetak lebih cepat setiap melihat punggung pemuda itu. Ia akhirnya tidak bisa menahan rasa penasaran, dan memeluk Shin dari belakang untuk merasakan punggung sang suami dengan ekspresi lucu.
Hubungan Hyo-rin dan Putri Hwa-jong semakin dekat, dan melihat gadis itu berada dalam keadaan bimbang, ibunda Yool tersebut menceritakan kisah cinta segitiga Pangeran Charles-Putri Diana-Camilla Martin. Keruan saja semua itu menginspirasi Hyo-rin untuk berjuang merebut cinta Shin, apalagi ia merasa Chae-kyoung tidak pantas untuk pria itu.
Keakraban Shin dengan keluarga Chae-kyoung semakin menjadi, ia mulai terkesan dengan kehidupan orang biasa dan mulai terpikat dengan kesederhanaan dan keluguan sikap Chae-kyoung. Sambil tersenyum, ia menatap gadis itu dengan perasaan berbeda saat Chae-kyoung bercanda dengan keluarganya.
Princess Hours Episode 8
Sama-sama tidak bisa tidur, Shin dan Chae-kyoung mengobrol dan mengutarakan perasaan mengenai kejadian dirumah orang tua gadis itu. Bahkan, Shin langsung menyodorkan punggungnya untuk dipeluk lagi. Chae-kyoung yang terlanjur geregetan mulai beraksi namun semua buyar berkat kemunculan kepala pelayan.
Sekembali ke istana, Shin mulai merasa kehilangan berada di tengah kehangatan sebuah keluarga, apalagi sang ibu yang terus menekankan supaya pria itu bersikap layaknya seorang calon kaisar (bahkan menolak dipanggil Ibu). Melihat Shin muram, Chae-kyoung langsung berusaha menghibur dengan tingkahnya yang kocak.
Ulah Chae-kyoung memang kerap tidak terduga, ia berani melakukan hal yang dianggap tabu di istana seperti mengendarai sepeda. Bahkan, gadis itu sukses ‘menghasut’ kepala pelayan untuk mencoba mengendarai sepeda, yang malah membuat leher pria malang itu patah karena tidak bisa mengendalikan lajunya.
Dari Ibu Suri, Chae-kyoung dan Shin mendapat hadiah sebuah mobil tua berwarna mentereng. Pertanyaan Chae-kyoung soal umur kendaraan tersebut langsung membuat wanita bersifat ceria itu terkikik, dan walhasil sejak hari itu keduanya berangkat ke sekolah dengan mobil tersebut.
Terinspirasi oleh kisah Camilla Martin, Hyo-rin mulai melancarkan aksinya mendekati Shin sambil menjalin hubungan akrab dengan Chae-kyoung. Gadis itu bahkan mengajak istri pria yang dicintainya itu untuk datang ke sebuah acara kumpul-kumpul, tepat pada saat Chae-kyoung dan Shin nyaris terlibat adegan mesra.
Bahkan, gadis itu berusaha mengajak Yool bekerja sama dengan alasan apabila Shin bisa mencapai niatnya untuk keluar dari istana, maka pernikahannya (yang dianggap tidak bahagia) dengan Chae-kyoung bisa diakhiri. Yool sendiri tahu akan maksud tersembunyi Hyo-rin, dan hanya tersenyum simpul.
Permaisuri mulai dibuat panik setelah mendengar Hye-jong datang menjenguk Ibu Suri bersama putranya Yool, ia kuatir sang ibu mertua yang berhati baik bakal dipengaruhi. Saat bermain olah raga semacam golf, dengan hati-hati wanita itu mengungkapkan pendapatnya.
Ketika sedang berjalan, Chae-kyoung terkejut melihat Shin dan Yool jatuh secara berbarengan dari atas kuda. Melihat banyaknya pengawal yang mengerubungi sang suami, ia berinisiatif membantu Yool yang diacuhkan. Sikapnya tersebut malah disalahartikan oleh Shin, yang menganggap Chae-kyoung lebih memperhatikan sang sepupu dibanding dirinya.
Chae-kyoung yang tidak sadar apa yang terjadi dengan santainya melenggang masuk kekamar Shin, dan menemukan pria itu berada di kamar tempat mencetak foto. Dengan suara tinggi, Shin langsung mengusirnya sehingga gadis itu sampai berlari keluar.
Sikap dingin Shin terus berlanjut, dengan terang-terangan ia menolak ketika Kaisar meminta Chae-kyoung menemaninya melakukan kunjungan kenegaraan ke Thailand dengan alasan gadis itu telah berulang kali absen di pelajarannya.
Princess Hours Episode 9
Kepergian Shin membuat Chae-kyoung sedih, hal itu terlihat oleh Yool. Belakangan, pemuda itu nekat memberitahu ibunya kalau ia menyukai istri sepupunya Shin, mengatakan bahwa seharusnya Chae-kyoung adalah istrinya.
Chae-kyoung kembali berulah di istana, dan kali ini korbannya adalah mobil tua pemberian Ibu Suri. Sudah tentu ia sangat ketakutan saat tahu nenek sang suami ada ditempatnya, namun di luar dugaan Ibu Suri tidak marah dan malah memberitahu gadis itu soal perkataan Shin tentang dirinya.
Gemas karena teleponnya tidak juga dibalas, tanpa sengaja Chae-kyoung mendengar percakapan beberapa teman sekolah yang membicarakan keburukannya dan mulai merasa sedih lagi. Pada saat yang sama, Shin yang mulai bosan dengan acara protokoler terkejut melihat Hyo-rin ternyata juga ada di Thailand.
Tanpa sepengetahuan para pengawal, Shin menyelinap keluar dan bertemu Hyo-rin di taman hotel. Ketika berbicara berdua, perasaan pria itu mulai tidak keruan mendengar penuturan Hyo-rin yang mengaku menderita setiap kali melihat kemunculan Shin di televisi. Dengan cepat pria itu menarik tangan Hyo-rin, dan mengajaknya pergi berdua menyusuri kota.
Shin dan Hyo-rin memang tidak beruntung, saat berada didalam kendaraan umum ternyata wartawan terus mengikuti dan mengambil gambar keduanya. Kepergian Shin belakangan diketahui oleh staf istana, yang langsung mengabarkan pada Permaisuri.
Keadaan sempat ‘memanas’ ketika demi menghindari kejaran wartawan, Shin dan Hyo-rin menyewa sebuah kamar. Belakangan saat perjalanan, gadis itu mengaku kalau selama ini hidup dengan mengenakan topeng dan lega karena sudah mulai bisa melepaskannya.
Mengantarkan Hyo-rin ke bandara, Shin terkejut ketika gadis itu mencium bibirnya saat hendak berpisah. Sementara itu di Korea, Chae-kyoung yang diajak Yool ke sebuah tempat penuh tanaman menceritakan semua keluh-kesahnya selama berada di istana.

Princess Hours Episode 10
Shin diminta hadir untuk menghadiri acara kenegaraan di Thailand, padahal perjalanan cukup jauh sementara waktu semakin mendesak. Selain menggunakan motor, pemuda itu akhirnya harus menyiasati hambatan lalu-lintas (dan pesta rakyat) dengan perahu untuk sampai ke tempat tujuan.
Di Korea, kepulangan Chae-kyoung bersama Yool disambut oleh kemarahan Permaisuri, gadis itu bahkan dihukum tidak boleh keluar dari istana tanpa sepengetahuan ibu Shin tersebut. Namun begitu sampai dikamarnya, ia mendapat kejutan : ibu, ayah, dan adiknya telah menunggu disana.
Menghabiskan waktu bersama Chae-kyoung membuat Yool sadar apa yang diinginkannya : menjadikan gadis itu sebagai istrinya. Setelah meminta pada sang ibu untuk memenuhi ambisinya menjadi Kaisar menggantikan Shin, pemuda itu mendapat kesempatan ketika Chae-kyoung memintanya untuk menemani bertemu dengan Pangeran William dari Inggris.
Ketika tamu agung tersebut tiba, giliran Chae-kyoung yang dibuat terkaget-kaget saat tahu Pangeran William dan Yool ternyata telah mengenal satu sama lain dengan akrab. Namun ditengah kesibukannya menemani tamu negara, pikiran Chae-kyoung terus tertuju pada Shin, yang disaat sama juga berusaha menghubungi gadis itu namun terhambat oleh harga dirinya yang tinggi.
Begitu hari yang melelahkan itu selesai, Chae-kyoung tak henti-hentinya berterima kasih pada Yool yang telah membantunya. Siapa sangka, pemuda itu malah membeberkan perasaannya terhadap Chae-kyoung, dan mengatakan bahwa kalau tidak ada kejadian 14 tahun silam, seharusnya dialah yang menjadi suami gadis itu.
Karena kelelahan, Chae-kyoung akhirnya jatuh sakit dan harus ditunggui oleh para pelayan. Saat bangun ia dibuat terkejut oleh Shin yang ternyata telah pulang, kekesalannya karena tidak dihuungi pria itu mencair saat sang suami secara tersirat meminta maaf dan memeluknya.
Setelah kembali ke Korea, Hyo-rin masih diliputi kekalutan dan meminta Hwa-jong ibu Yool untuk menceritakan tentang kisah Camilla yang belakangan menjadi istri Pangeran Charles. Oleh sahabatnya, ia diingatkan untuk tidak membuat hidupnya rumit dengan menjadi orang ketiga diantara Shin dan Chae-kyoung.
Diam-diam, Shin menyelinap ke kamar Chae-kyoung dan meletakkan hadiah kalung diatas ranjang gadis itu. Sudah tentu hal itu membuat Chae-kyoung sangat gembira…………sampai sifat dingin Shin muncul dan mengatakan semua itu adalah atas ide asistennya.
Princess Hours Episode 11
Ketika sedang berkuda, Chae-kyoung nyaris saja menabrak seorang gadis. Sempat heran melihat kru istana begitu akrab dengannya, belakangan gadis itu baru tahu kalau orang tersebut adalah Putri Hwan-yeong kakak Shin yang telah lama keluar untuk berkeliling dunia.
Yang menarik, putri satu ini ternyata tidak begitu memperdulikan aturan istana mulai dari tatanan rambut dan pakaian hingga tidak ragu menyebut Ratu dengan panggilan IBU. Sementara itu, kehidupan Shin yang sudah mulai tenang terancam setelah Putri Hwa-jong mendapat foto-foto pria itu saat bersama Hyo-rin di Thailand.
Bisa dibayangkan bagaimana reaksi Ratu, yang tambah kaget saat mendapati Chae-kyoung menyelinap masuk ke kamar Shin, yang langsung memarahi putranya. Saat melihat foto-foto tersebut di surat kabar, hati Chae-kyoung langsung hancur apalagi reaksi Shin tetap begitu dingin dan seolah tidak perduli.
Saat berpapasan di sekolah, Chae-kyoung meminta waktu untuk berbicara dengan Hyo-rin dan kaget mendengar penuturan gadis itu yang begitu blak-blakan. Tidak menyangka Hyo-rin mengaku kalau dirinya pergi ke Thailand untuk menyusul Shin, ditambah kondisi yang kurang sehat, Chae-kyoung jatuh pingsan.
Melihat begitu besarnya perhatian Shin merawat sang istri, putri Hwan-yeong tahu kalau adiknya benar-benar menyukai Chae-kyoung. Karena itu tidak mengherankan bila reaksi Shin sedikit berlebihan saat melihat Chae-kyoung mendadak duduk di balkon bersama Yool, ia langsung mendorong gadis itu masuk untuk bisa berbicara empat mata dengan sang sepupu.
Secara ajaib, penyakit Chae-kyoung langsung sembuh setelah mendapat kunjungan dari kedua orangtuanya (ditambah sedikit cemilan). Saat mereka diminta menghadap Ibu Suri, kekesalan gadis itu terhadap Shin tidak bisa ditahan lagi, ia langsung marah-marah sambil melemparkan bantal.
Shin sendiri sebenarnya prihatin melihat penderitaan Chae-kyoung yang begitu merindukan kedua orangtua dan kehidupan di luar istana yang bebas. Kepada gadis itu, sang putra mahkota akhirnya melontarkan janji bahwa setelah 2 atau 3 tahun, ia bakal mengundurkan diri dari kerajaan.
Princess Hours Episode 12
Meminta supaya hal itu dirahasiakan  supaya tidak membuat kehebohan di pihak istana, Shin juga mengusulkan untuk mengembalikan posisi Putri Hye-jong dan Yool di istana. Hal ini sudah tentu membuat permaisuri tidak senang, apalagi pihak kongres sepertinya setuju.
Sadar kalau sang ibu menentang keras kembalinya Putri Hye-jong, Putri Hwan-hyeong berusaha menentramkan Permaisuri dan memintanya untuk bisa mengikuti arus. Keadaan semakin kacau ketika belakangan Putri Hye-jong dengan sedikit siasat berhasil mengadudomba Permaisuri dan Ibu Suri.
Mendapat telepon dari Hyo-rin, Shin dengan penyamarannya menemui gadis itu di sebuah toko buku. Sempat gembira karena mengira pemuda itu merespon, wajah Hyo-rin berubah ketika Shin menyebut tentang Chae-kyoung yang telah mengubah hidup sang pewaris kerajaan dan bahwa kejadian di Thailand tidak akan terulang lagi.
Pertemuan dengan Hyo-rin membuat Shin murung, bahkan tingkah Chae-kyoung gagal membuatnya tersenyum. Keesokan harinya, gadis itu kembali dibuat panas karena ketika hendak menyerahkan kue buatannya pada Shin, ternyata Hyo-rin telah mendahuluinya. Reaksi sang suami yang lagi-lagi begitu dingin membuat penderitaannya semakin lengkap.
Meski nampak berambisi, pikiran Yool berubah setelah berbicara dengan Chae-kyoung. Ketika bertemu dengan Ibu Suri, ia meminta supaya posisinya diletakkan di bawah Pangeran Yool, dan sudah tentu hal ini membuat Putri Hye-jong kaget dan kecewa karena kejadian itu sebenarnya peluang mereka untuk mulai merebut tahta kerajaan.
Keadaan istana mulai berubah ketika Raja mendadak ambruk saat tampil didepan wartawan, hal ini mau tidak mau membuat Shin harus mulai mengemban tugas resmi tampil di hadapan publik. Ketika berpapasan dengan Putri Hye-jong dan Shin, yang baru saja dinobatkan dengan gelar resmi, mereka saling bertukar ‘pesan’.
Chae-kyoung yang diminta menemui Ibu Suri masuk ke kamar Shin untuk meminjam kamera sang suami, dan dibuat terpana oleh kenyataan bahwa Shin masih menyimpan dengan rapi semua pemberian Hyo-rin. Keruan saja ia tidak sanggup menahan air matanya, hal yang sempat membuat Shin keheranan sebelum akhirnya tahu apa penyebabnya.
Dalam kunjungan ke sebuah museum penuh boneka, Chae-kyoung merasakan kegembiraan meski belakangan ia malah jadi serba-salah ketika Ibu Suri minta dilukis. Baru saja hendak kembali beristirahat, gadis itu dikejutkan oleh Shin yang ternyata juga berada disana.
Princess Hours Episode 13
Bisa dibayangkan bagaimana reaksi Chae-kyoung (dan belakangan Yool) yang diminta Ibu Suri untuk menyanyi dan menari, keduanya sukses ‘mempermalukan’ diri sendiri dengan cara yang cukup menghibur. Ketika tinggal berdua, gadis itu meminta sang suami untuk tetap menjadi raja.
Sekembali di sekolah, Yool mendapat sambutan hangat seiring dengan status baru sebagai anggota kerajaan yang disandangnya. Namun tidak demikian dengan Hyo-rin, yang jadi bahan pembicaraan hangat terutama seputar aksinya sebagai orang ketiga hubungan Shin dan Chae-kyoung.
Seperti biasa, Ibu Suri terus berusaha membesarkan hati Permaisuri yang terlihat gundah berkat kembalinya Putri Hye-jong ke istana. Beruntung, mereka ‘terhibur’ oleh kehadiran orang tua Chae-kyoung yang, alih-alih ingin membantu penyakit Raja dengan sejumlah obat-obatan, malah menghibur Ibu Suri dengan sejumlah barang-barang ‘ajaib’.
Apa yang ditakutkan oleh Permaisuri ternyata jadi kenyataan, Putri Hye-jong memulai aksinya dengan mengintimidasi Chae-kyoung dengan kekuasaannya. Beruntung bagi gadis itu, Yool muncul tepat waktu (setelah tahu apa yang terjadi dari dua dayang istana) dan menyelamatkannya.
Perseteruan antara kedua kubu akhirnya tidak bisa dihindari lagi setelah Ibu Suri tahu kejadian di tempat Chae-kyoung, ia langsung mendatangi kediaman Putri Hye-jong dan keduanya beradu mulut. Namun, ibunda Shin itu tidak bisa berkutik ketika Putri Hye-jong mengingatkannya akan masa lalu.
Ditambah berita soal kejadian di Thailand yang beredar di internet, Permaisuri makin kuatir dengan nasib Shin sebagai penerus kerajaan. Berkat masukan dari Ibu Suri, ia akhirnya merencanakan untuk menyatukan Shin dan Chae-kyoung tinggal di satu rumah supaya keduanya bisa melakukan hubungan suami-istri dan punya anak.
Bisa dibayangkan bagaimana reaksi keduanya saat tahu telah dijebak. Meski sempat malu-malu, akhirnya mau tidak mau gadis itu harus tidur satu ranjang dengan sang suami karena bagian lantainya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga terasa dingin. Meski hal itu bukan untuk pertama kalinya, baik Shin maupun Chae-kyoung merasa deg-degan.
Bukannya terjadi apa-apa, keduanya malah beradu mulut dan berakhir dengan permainan yang malah membuat kepala Shin dan Chae-kyoung cedera. Pemuda itu sendiri bukannya tidak tergoda, namun sikap sang istri menjadikan semuanya berantakan. Namun sebelum semuanya berakhir, Shin yang tidak tahan lagi akhirnya memeluk Chae-kyoung dan menciumnya.
Princess Hours Episode 14
Melihat Yool memeluk Chae-kyoung, Shin langsung naik pitam, menarik sang istri dan memarahi pria itu. Namun, ucapannya saat berdua malah membuat Chae-kyoung tersinggung. Di sekolah, Yool kembali menegaskan perasaannya sehingga Chae-kyoung makin merasa tidak enak.
Di sekolah, berita tentang Hyo-rin yang menjadi orang ketiga terdengar oleh teman-teman Chae-kyoung, yang langsung melabrak gadis itu. Untungnya sebelum terjadi hal yang tidak mengenakkan, pertikaian itu bisa dicegah. Dari pembicaraan Hyo-rin, Chae-kyoung akhirnya mulai mengetahui rahasia yang dipendam sang rival.
Mulai merasa tidak nyaman dengan sikap Yool, Chae-kyoung mendapat pukulan baru ketika kembali di istana. Di kamarnya, ia mendapati foto-foto Shin saat di Thailand termasuk saat pria itu dicium Hyo-rin. Sudah tentu perasaannya hancur, sementara Permaisuri langsung naik pitam karena merasa ada penyusul didalam istana.
Beruntung, pria itu dibela oleh sang kakak Putri Hwan-yeong yang menyebut bahwa ciuman seperti itu adalah hal yang biasa dan menduga ada pihak ketiga yang bermain dibalik semua itu. Gara-gara kejadian itu, Chae-kyoung makin sering termenung.
Melihat kemuraman gadis itu, Yool berusaha menghibur dan hubungan mereka secara perlahan mulai membaik. Untuk mengubah keadaan, ia mengajak gadis itu kabur dari sekolah dan di pinggir sebuah sungai, Chae-kyoung menumpahkan kekesalannya sambil menangis.
Kepergian Chae-kyoung dan Yool terlihat oleh Shin, yang pikirannya langsung kacau. Chae-kyoung sendiri sengaja mematikan ponselnya untuk bersenang-senang sendirian merasakan hawa kebebasan (meski identitasnya sempat dikenali beberapa orang), sehingga para pegawai istana kuatir.
Ketika masuk kekamar gadis itu, Shin melihat fotonya bersama Hyo-rin dan sadar apa yang membuat sikap Chae-kyoung berubah drastis. Berpacu dengan Yool, pria itu mencari sang istri di setiap sudut kota. Yang paling terpukul adalah Hyo-rin, yang kecewa melihat Shin begitu kuatir akan keadaan Chae-kyoung.
Dari kamera pengawas, Shin akhirnya tahu kalau Chae-kyoung sudah pulang dan pergi ke salah satu tempat tersembunyi di istana. Begitu sampai kesana, ia langsung emosi melihat Yool, memukul sang sepupu, dan menarik Chae-kyoung dengan kasar.
Princess Hours Episode 15
Permintaan tersebut kontan membuat Chae-kyoung marah, ia memaki Shin sebagai orang yang tidak berperasaan. Namun apa yang dilakukan pria itu selanjutnya membuatnya kaget, sang suami memeluknya dan menyebut sulit untuk bertahan hidup tanpa Chae-kyoung.
Berita perkelahian Shin dan Yool akhirnya sampai ke telinga Permaisuri, dan seperti yang telah diduga kesempatan itu digunakan oleh Putri Hye-jong untuk menekan pihak istana. Yang cukup mengagetkan, berita tersebut dengan cepat tersebar di internet lengkap dengan foto saat terjadi pemukulan. Bisa ditebak siapa dalang dari semua itu.
Begitu Kaisar mendengar, ia langsung memanggil Shin dan memarahinya namun di luar dugaan sang putra mahkota mampu membalas sehingga pria yang sedang sakit-sakitan itu hanya bisa terdiam. Yang kocak adalah keluarga Chae-kyoung, yang sempat membayangkan Shin melakukan kekerasan pada anaknya setelah melihat foto-foto pemukulan tersebut.
Untuk meredam gosip, Putri Hyem-yeong mengusulkan supaya Shin dan chae-kyoung tampil dalam sebuah acara yang juga dihadiri dubes negara asing. Seperti yang diduga, keduanya langsung jadi buruan wartawan. Langkah yang diambil Shin cukup jitu : ia memeluk Chae-kyoung dan mencium pipinya.
Strategi tersebut ternyata cukup ampuh untuk meredam gosip yang beredar. Belakangan, Putri Hyem-yeong juga mengusulkan untuk mengadakan malam malam bersama yang juga dihadiri oleh Putri Hye-jong dan Yool. Suasana sempat berlangsung kaku, sampai Ibu Suri meminta supaya Yool segera menikah.
Sikap Yool yang dingin berubah ketika Chae-kyoung mendapat sedikit ‘masalah’ saat makan, semua langsung sadar makna semua itu. Masih belum puas, pemuda itu kembali memberikan komentar yang cukup mengagetkan saat sesi minum teh mengenai kerajaan, namun untungnya Raja cukup arif dalam memberi tanggapan.
Puncak acara hari itu adalah ketika dilakukan pengambilan foto keluarga kerajaan. Hal tersebut sempat membuat Chae-kyoung berpikir untuk membangun keluarga yang sesungguhnya, namun sudah tentu ia tidak berani mengutarakan secara langsung pada Shin. Kegembiraannya makin menjadi ketika mendapat tawaran untuk melihat matahari terbit bersama sang suami.
Princess Hours Episode 16
Menginap di tempat peristirahatan kerajaan, Chae-kyoung yang kelaparan merengek supaya Shin membuatkan makanan untuknya. Sambil makan, Shin akhirnya mengaku kalau perjalanan itu dilakukan demi sang istri, karena ia tidak ingin mereka berpisah.
Setelah kembali ke istana, Chae-kyoung sempat protes karena Shin menunjukkan foto-fotonya dalam pose ‘ajaib’ didepan Kepala Pelayan. Meski begitu ia merasa gembira, karena sang suami telah menyatakan cintanya sekaligus menegaskan kalau tidak ada apa-apa antara Shin dengan Hyo-rin.
Di tempat lain, Hyo-rin kembali ke tempat dimana dirinya dan Shin pernah menjalin kenangan. Hetinya terasa sakit mendengar penuturan sang pangeran yang mengaku memang mencintai Chae-kyoung, dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menenggak sejumlah pil. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan.
Namun, tindakan itu kontan membuat Shin dan Chae-kyoung, yang merasa bersalah, cukup terpukul. Yang cukup mengejutkan adalah komentar Yoo, yang meminta gadis itu untuk menyerahkan posisi pendamping Shin pada Hyo-rin dan menyebut kalau pada akhirnya rivalnya itu yang bakal menang.
Kontan, Chae-kyoung yang semula telah yakin kalau Shin mencintainya mulai gamang lagi. Belakangan, ia memutuskan untuk mengunjungi Hyo-rin di rumah sakit namun kehadirannya ditolak gadis itu. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Putri Hye-jong, ia terus menghasut Hyo-rin dengan ucapan-ucapannya.
Kabar usaha bunuh diri Hyo-rin, yang menjadi berita utama surat kabar, sampai ke pihak kerajaan dan bisa ditebak, Raja langsung marah besar karena menganggap Shin-lah penyebab semua itu. Usaha Putri Hyeon-yeong untuk membela adiknya sia-sia, bahkan Chae-kyoung sekalipun tidak bisa menentramkan hati putra mahkota itu.
Permaisuri tidak tinggal diam, ia tahu bahwa semua itu adalah bagian dari rencana Putri Hye-jong dan langsung menelepon Hyo-rin. Sementara itu, Shin yang kalut memutuskan untuk mendatangi kediaman Hyo-rin untuk berbicara empat mata. Ia tidak tahu kalau di istana, Chae-kyoung terus menanti kepulangannya.
Princess Hours Episode 17
Masih merasa tidak tenang, Shin mengunjungi tiga rekannya di sebuah diskotik. Siapa sangka, disana salah seorang rekannya Kang-in nyaris saja memukul sang putra mahkota karena dianggap menyakiti Hyo-rin. Lebih apes lagi, belakangan para sahabatnya itu terlibat perkelahian dengan kelompok lain.
Akibat kejadian itu, mau tidak mau nama Shin kembali terlibat sehingga nama baik keluarga kerajaan makin terancam. Berita itu akhirnya terdengar oleh Putri Hye-jong, yang langsung tersenyum gembira karena tidak menyangka bahwa setelah ‘kehilangan’ Hyo-rin, ia punya kesempatan lain untuk menyerang Shin.
Dipanggil ke istana oleh Permaisuri, dalam perjalanan pulang Hyo-rin sempat bertemu dengan Chae-kyoung. Di istana, Putri Hye-jong berpura-pura merasa prihatin tentang masalah Shin didepan Ibu Suri, namun langsung terdiam mendengar ucapan sang ibu mertua yang mengaku percaya penuh pada putra mahkota.
Usaha Putri Hye-jong untuk menjatuhkan pihak kerajaan makin sulit karena ketika ditemui, Hyo-rin mengaku bakal bertanggung jawab atas semua perbuatannya dan tidak akan lagi menyusahkan Shin. Sementara itu di tempat lain, hubungan Shin dan Chae-kyoung kembali ‘menghangat’, pemuda itu marah-marah sekaligus ketakutan setengah mati saat mengajari istrinya mengemudikan mobil baru.
Karena kesibukan masing-masing, hari ultah Yool dilupakan oleh pihak kerajaan sehingga mereka merasa bersalah. Sambil tersenyum, pemuda itu meminta ijin pada Ibu Suri untuk boleh mengundang pasangan Shin dan Chae-kyoung serta beberapa rekannya di sekolah untuk berpelesir bersama. Dari raut wajahnya, terlihat benar Shin sama sekali tidak ingin ikut.
Ternyata, acara tersebut juga dihadiri oleh Hyo-rin. Wajah ketiga sahabat Chae-kyoung langsung berubah saat tahu gadis itu yang bakal menyetir, dan apa yang mereka takutkan benar-benar jadi kenyataan. Menyetir dengan sangat pelan dan tidak lancar, mobil Chae-kyoung terlambat tiga jam sampai di tempat tujuan diiringi oleh rasa mual beberapa sahabatnya yang duduk di kursi belakang.
Tidur di kamar yang sama, kemesraan Chae-kyoung dan Shin membuat semua yang melihat merasa iri, terlebih-lebih Yool yang hatinya serasa diiris-iris. Ditambah lagi, sebuah kejadian dimana gadis itu tanpa sengaja melihat sang suami berganti pakaian alias tanpa busana.
Princess Hours Episode 18
Karena tidak tahan, Chae-kyoung akhirnya keluar dengan cara yang ‘tidak biasa’ sehingga Shin sempat menjerit kaget. Dari ucapan gadis itu yang sedikit terbata-bata, sang putra mahkota akhirnya bisa menebak apa saja bagian tubuhnya yang telah terlihat.
Meski Ibu Suri mengira keadaan baik-baik saja, yang terjadi didalam istana justru sebaliknya. Pergolakan terjadi diantara para petinggi kerajaan, yang menganggap sikap Lee Shin yang terus membuat skandal sangat memalukan dan menganggap Yool yang lebih pantas jadi putra mahkota. Bahkan, Raja sendiri sempat berpikir demikian.
Di penginapan keisengan Chae-kyoung kembali memakan korban : dirinya sendiri. Sengaja mengambil gambar ketika dirinya mengerjai Shin, siapa sangka sang suami justru malah membalikkan keadaan dengan merekam adegan saat dirinya mencium gadis itu yang tertidur. Keruan saja, Chae-kyoung malu sekali ketika mempertontonkan video itu pada teman-temannya.
Perayaan ultah Yool berlangsung meriah dengan diwarnai pesta topeng dan kue yang dibuat sendiri oleh Chae-kyoung. Keadaan sempat berjalan normal, sampai Hyo-rin membahas soal alergi yang biasa diderita Shin dan membuat Chae-kyoung cemburu campur kesal.
Merasa ada orang yang lebih mengerti Shin dibanding dirinya, keruan saja Chae-kyoung merasa sedih. Apalagi, belakangan ia mendengar pembicaraan keduanya seputar belajar ke luar negeri bersama. Chae-kyoung tidak tahu bahwa setelah ia pergi, Shin melanjutkan kalimatnya bahwa ia berharap bisa melakukannya bersama sang istri.
Saat hendak menolong Chae-kyoung, Yool terjatuh sehingga tangannya berdarah. Istri putra mahkota itu langsung bertindak cepat untuk mengobati luka tersebut. Sebagai hadiah, Yool mencium kening Chae-kyoung. Apes baginya, kejadian tersebut terlihat oleh Shin, yang langsung menarik Chae-kyoung pergi.
Dari omongan Chae-kyoung, Shin akhirnya tahu masalah apa yang telah mengganggu gadis itu. Berusaha untuk meyakinkan cintanya dengan mencium paksa, sikap Shin malah membuat sang istri marah besar dan menganggapnya sebagai orang yang tidak jujur terhadap perasaannya sendiri.
Princess Hours Episode 19
Ketika kembali ke istana, Shin, Chae-kyoung dan Yool menghadap Ibu Suri. Rupanya wanita bijak itu sudah merasakan hawa permusuhan diantara kedua pria itu, dan menasehati mereka untuk bisa melupakan perbedaan karena kelak harus bekerja sama demi kerajaan.
Sementara itu, di dunia luar mulai beredar kabar tidak mengenakkan tentang diri Chae-kyoung terutama tentang kedua orang tuanya yang dianggap memanfaatkan posisi putrinya sebagai anggota kerajaan untuk meraup harta. Gosip tersebut akhirnya sampai ke telinga gadis itu saat ia berada di sekolah, sehingga hatinya makin sedih.
Ketika sedang berkeluh-kesah pada Yool, tanpa sengaja Chae-kyoung melihat Shin mendatangi tempat Hyo-rin berlatih balet. Salah paham kembali terjadi, padahal sang putra mahkota hanya ingin mengembalikan sejumlah barang milik sang rival. Sebelum berpisah, Hyo-rin menyarankan supaya Shin mengakui perasaannya di depan sang istri.
Meski berat, terutama karena tingkah lakunya membuat sejumlah pelayan istana cekikikan, Shin berusaha mencari keberadaan Chae-kyoung. Ketika masuk ke loteng, tanpa sengaja ia menemukan sebuah buku dimana didalamnya terdapat foto Kaisar bersama Putri Hye-jong………..berikut surat cinta yang ditulis oleh sang ayah.
Bisa dibayangkan bagaimana kusutnya perasaan Shin saat mengetahui fakta baru tersebut, bahkan ia sempat menemui Putri Hye-jong namun urung untuk membuka rahasia tersebut. Hawa permusuhan juga mulai mengental di pihak Ratu dan Yoo, yang untuk pertama kalinya berkonfrontasi secara terbuka.
Di sekolah, Chae-kyoung mulai merasa jarak antara dirinya dengan para sahabatnya semakin renggang sehingga nekat mengikuti mereka makan di sebuah restoran kecil. Diam-diam, Shin berada di belakang gadis itu dan mendengar semua pembicaraan. Tahu apa yang dirasakan sang istri, setelah membimbing Chae-kyoung lepas dari kejaran wartawan, pemuda itu mengantar gadis itu ke rumah orang tuanya.
Meski gembira, kedua orang tua Chae-kyoung akhirnya sadar kalau putrinya sudah bukan lagi milik mereka dan meminta gadis itu kembali ke istana. Kejadian tersebut akhirnya diketahui Ratu, yang langsung marah besar karena Chae-kyoung tidak mengindahkan peraturan istana.
Kontan saja, Chae-kyoung makin merasa tertekan apalagi Shin kembali menuduhnya dengan kalimat yang menyakitkan hati. Ketika sedang merenungi nasibnya di sebuah dermaga bersama Yool, ia kembali ketiban apes ketika mobil yang dikendarainya hilang sehingga menjadi urusan pihak berwajib.
Princess Hours Episode 20
Seperti yang bisa ditebak, berita antara Chae-kyoung dan Yool langsung jadi pembicaraan hangat di masyarakat. Meski baik Chae-kyoung, Shin, dan Yool (oleh ibunya) sudah dimarahi, pihak kerajaan sadar bahwa hal ini hanya akan menjadi bom waktu yang siap meledak setiap saat.
Yool sendiri di hadapan Putri Hye-jong ngotot bakal mengejar Chae-kyoung seandainya gadis itu bercerai dengan Shin, dan siap meninggalkan kerajaan. Tidak ingin putranya gegabah, mantan permaisuri kerajaan itu pelan-pelan mulai membuka tabir masa lalu dimana ia harus meninggalkan orang yang sangat dicintai demi kedudukan.
Belakangan, Permaisuri akhirnya tahu bahwa pria di foto Chae-kyoung adalah Yool dan langsung mendamprat gadis itu habis-habisan. Shin sendiri berusaha meredam kemarahan sang ibu namun sia-sia, bahkan keinginannya untuk menghibur sang istri juga ditolak.
Tahu kalau hati Chae-kyoung terluka, Yool menggunakan kesempatan itu untuk memintanya melakukan konferensi pers dan disana menyatakan cerai. Sudah tentu Chae-kyoung kaget mendengarnya, namun pria itu ngotot bahwa itulah jalan terbaik untuk keluar dari istana dan memulai hidup baru.
Di saat yang sama, Shin merencanakan aksi balasan dengan membongkar istana tempat ayahnya dan Putri Hye-jong dulu memadu kasih. Keruan saja ibunda Yool itu marah besar, dan langsung menampar sang putra mahkota yang terang-terangan menyindirnya sebagai wanita kotor.
Keadaan semakin rumit ketika Shin menyela pembicaraan Chae-kyoung dan kedua orang tuanya yang datang berkunjung, sehingga perasaan gadis (yang sedang sedih) itu makin tidak keruan. Tetap ngotot ingin meninggalkan istana, Chae-kyoung kaget mendengar Shin menyebut dirinya siap melepas semua yang dimiliki demi sang istri.
Princess Hours Episode 21
Ketika Shin pergi mengantar kepergian Hyo-rin, Chae-kyoung ditemui oleh Putri Hye-jong. Dengan dalih memberi nasehat, rupanya wanita licik itu berusaha mempengaruhi Chae-kyoung untuk bercerai dengan tujuan membalas sekaligus memberi pukulan terakhir pada Shin yang telah berani menentangnya.
Wawancara dengan pihak televisi MBC akhirnya digelar demi menjernihkan semua masalah, dan rupanya Shin telah tahu apa yang diminta Yool dari Chae-kyoung. Memohon supaya gadis itu tidak menyampaikan keinginan bercerai, di hadapan pemirsa Shin menyatakan kalau dirinya dan sang istri saling mencintai satu sama lain.
Ucapan Chae-kyoung tentang perceraian nyaris saja membuat heboh, beruntung Shin mampu mengatasinya. Namun apa yang sudah terlanjur diucapkan membuat keluarga kerajaan kaget, terutama Kaisar yang marah besar terhadap menantunya yang dianggap lancang tersebut.
Ketika dipanggil, Shin secara mengejutkan membela Chae-kyoung di hadapan sang ayah. Setelah keluar dari ruangan, pria itu mendekap kedua tangan Chae-kyoung. Untuk pertama kalinya di hadapan sang istri, putra mahkota menitikkan perasaan saat menyatakan perasaan yang sesungguhnya.
Gara-gara kejadian tersebut, hubungan Chae-kyoung, yang merasa sangat bersalah karena tidak memikirkan perasaan dan konflik batin sang suami, dan Shin kembali retak. Tidak ingin masalah berlarut-larut, Permaisuri memanggil gadis itu untuk menanyakan perasaannya terhadap Pangeran Lee-seong alias Yool, dan bisa bernapas lega ketika tahu apa yang dirasakan tidak lebih dari persahabatan.
Tidak ingin kedok Yool sebagai pria yang ada di foto bersama Chae-kyoung terbongkar, Putri Hye-jong dengan licik menawarkan prosesi berlutut untuk memohon pengampunan Raja. Masalah makin rumit ketika sang pemimpin negara menunjuk Yool untuk menggantikan tugas kenegaraan Shin, dan mengacuhkan permohonan maaf sang menantu.
Menolak untuk makan dan minum serta terus berlutut, keadaan Chae-kyoung membuat kuatir semua orang. Bahkan, Ibu Suri sendiri sampai turun tangan dan berusaha membujuk dengan memintanya membeberkan identitas si pria misterius. Namun karena tidak ingin Yool terseret dalam masalah pelik, gadis itu tetap bungkam.
Bahkan, Yool sendiri gagal membujuk wanita yang dicintainya tersebut. Tahu kalau biang keladi dari tindakan Chae-kyoung adalah ibunya sendiri, ketika makan bersama keluarga besar kerajaan, pemuda itu dengan berani mengaku kalau dialah pria misterius yang disebut-sebut bersama Chae-kyoung.
Princess Hours Episode 22
Sadar kalau apa yang diucapkannya beresiko tinggi, Yool menuturkan siap melepaskan statusnya sebagai anggota kerajaan kalau diharuskan. Tidak memperdulikan reaksi Kaisar, Permaisuri, Ibu Suri, maupun ibunya sendiri, ia menjenguk dan mengantar Chae-kyoung kembali kekamarnya.
Akibat kejadian tersebut, Kaisar semakin mencurigai kalau Chae-kyoung ikut bersekongkol dengan Yool. Bahkan, Shin sendiri ikut memarahi sang istri yang dinilai ceroboh, dan ikut menuduh macam-macam. Dengan hati yang sakit, Chae-kyoung tetap bertekad untuk berbicara hal yang sebenarnya meski itu berarti ia harus diusir dari istana.
Di hadapan keluarga istana, Chae-kyoung hanya bisa menunduk, dan belakangan menangis saat Ibu Suri menanyakan apakah gadis itu juga mempunyai perasaan yang sama dengan Yool. Berusaha untuk memperbaiki semua kejadian, Kaisar berusaha membujuk Yool untuk mau menikah dengan orang lain dan melupakan gadis yang dicintainya itu, namun sia-sia.
Mau tidak mau, keteguhan Yool tersebut membuatnya harus disingkirkan dari istana. Mendengar kabar itu, Chae-kyoung tentu saja merasa bersalah namun sikap itu kembali disalahartikan oleh Shin. Dengan marah, gadis itu menuturkan siap melakukan apapun yang dituduhkan sang suami selama hal itu bisa membuatnya keluar dari istana yang disebut sebagai tempat mengerikan.
Tidak terima putranya diusir, Putri Hye-jong menjalankan rencana terakhirnya yaitu supaya Chae-kyoung ikut tersingkir sekaligus menciptakan skandal yang bisa menggoyahkan kerajaan. Nampaknya, ucapan Permaisuri yang menyebut kalau posisinya sebagai istri terasa hambar karena Kaisar mencintai wanita lain tidak mengena di hati wanita yang sudah dibutakan oleh kekuasaan itu.
Setelah mengunjungi kediaman Putri Hye-jong, Shin kembali berhadapan dengan Yool. Keduanya kembali adu mulut, Shin menganggap sang sepupu sebagai penyebab diusirnya Chae-kyoung dari istana, sementara Yool menyebut hal itu dilakukannya untuk memenuhi kehendak sang putri.
Sebelum pergi, Chae-kyoung mengunjungi kediaman Yool untuk terakhir kalinya. Meski sedih karena tahu gadis itu bakal mencintai Shin sampai kapanpun, sambil menangis pemuda itu mengatakan bakal terus menunggu. Dengan membulatkan tekad, ia menghadap Kaisar dan Ibu Suri untuk menyatakan kesiapannya melepas stasus sebagai anggota kerajaan.
Princess Hours Episode 23
Apa yang diungkapkan oleh penyidik istana lebih mengejutkan, Shin disebut sebagai tersangka utama pelaku kebakaran karena alibinya soal pesan singkat yang dikirim Chae-kyoung tidak terbukti. Belakangan, terungkap bahwa biang keladi semuanya adalah Putri Hye-jong.
Ungkapan wanita culas itu yang menyebut bahwa kebakaran bisa membuat Shin dicopot dari jabatannya kontak membuat Yool curiga, ia mulai menyelidiki kejadian yang diduga didalangi sang ibu. Sementara itu, Chae-kyoung yang sedih melihat Shin begitu terpukul berusaha menghiburnya.
Siapa sangka, pria itu dengan suara sendu berani memohon supaya sang istri mau tetap berada disampingnya. Dengan perasaan terharu, Chae-kyoung langsung memeluk Shin………….dan keduanya saling berciuman. Setelah sekian lama, mereka akhirnya bisa bersama, dan Shin langsung terhibur oleh sikap ceria gadis itu.
Keakraban Shin dan Chae-kyoung, kali ini untuk selamanya, membuat Yool benar-benar patah hati. Namun ditengah kesedihannya, Ibu Suri berusaha menghibur dan menyebut bahwa apa yang dirasakannya bakal berlalu seiring dengan waktu. Belakangan, pemuda itu menangkap basah Putri Hye-jong saat berbicara secara rahasia.
Untuk mengatasi kemelut, Raja dan Ratu sempat menawarkan untuk mengirim Shin ke luar negeri namun pria itu punya rencana lain. Satu hal positif yang muncul berkat kejadian kebakaran, Shin berubah dan berani menyatakan perasaannya secara terang-terangan pada Chae-kyoung, yang sudah tentu membuat gadis itu senang.
Diberitahu kalau posisi Shin semakin genting, Chae-kyoung langsung menyanggupi saat diminta untuk mau ‘mengungsi’ ke luar negeri. Begitu diberitahu, Shin tidak bisa menahan emosinya dan menangis tersedu-sedu di pelukan sang istri, yang juga mencucurkan air mata.
Sebelum meninggalkan Korea, Chae-kyoung mendapat kesempatan selama satu hari untuk menghabiskan waktu bersama Shin. Bertekad untuk menunjukkan sang suami kebiasaan hidupnya sehari-hari, mereka tertawa bahagia dan di tengah keramaian, keduanya berciuman (lagi) dengan mesra.



Princess Hours Episode Terakhir
Menjelang kepergiannya, Shin sempat bertarung anggar dengan Yool dan setelah selesai, ia menyerahkan surat rahasia peninggalan Kaisar dan Ratu Hye-jong pada sang sepupu. Rupanya, Shin sadar kalau Yool bukan dalang sesungguhnya dibalik peristiwa kebakaran.
Begitu membaca surat tersebut, hati Yool remuk. Ia langsung sang ibu dan  sambil menangis kecewa, menumpahkan kekecewaannya. Sekarang pria itu sadar kenapa dirinya jatuh cinta namun gagal memiliki Chae-kyoung, semua itu adalah karena karma.
Keesokan harinya setelah berbicara dengan Yool, Chae-kyoung melihat Shin masuk ke dalam mobil dan berlari mengejar dari belakang. Rupanya, sang suami melihat, memerintahkan mobil untuk berhenti, dan memeluk gadis itu seerat-eratnya. Setelah itu, Chae-kyoung mengucapkan perpisahan dengan seluruh anggota kerajaan, tentunya dengan cucuran air mata.
Di hadapan wartawan, Yool mengaku sebagai dalang dari peristiwa kebakaran di istana dan hal itu dilakukannya untuk memfitnah Shin. Keruan saja, Putri Hye-jong yang mendengar berita itu belakangan sangat terpukul dan berusaha bunuh diri dengan menabrakkan mobilnya ke sebuah truk.
Pengakuan Yool membuat sejumlah rangkaian peristiwa terjadi, ia dan sang ibu yang selamat memutuskan untuk keluar dari istana selamanya dan hidup tenang. Sementara itu, Kaisar memutuskan untuk mundur dari tahtanya dan menyerahkan semuanya pada Shin. Namun, sang putra ternyata telah punya rencana lain.
Tak terasa beberapa bulan telah berlalu setelah kejadian tersebut, Chae-kyoung yang telah keluar dari istana untuk meneruskan studi merasakan nikmatnya hidup tenang sebagai rakyat biasa lagi. Kali ini, ia mendapat ‘sahabat’ baru : dayang kepercayaan yang selalu setia menemaninya. Kebahagiaannya semakin lengkap setelah Shin belakangan ikut menyusul.
Saat pulang ke rumah, Chae-kyoung telah ditunggu oleh Ibu Suri, yang menyambut gadis itu dengan berseri-seri. Tinggal satu hal yang kurang : pernikahan resmi antara gadis itu dan Shin. Rupanya, sang nenek telah mempersiapkan segalanya dan menyerahkan sepasang cincin pada sang cucu, yang sempat ragu-ragu.
Semua berakhir dengan bahagia, Shin dan Chae-kyoung menikah secara resmi di gereja sambil disaksikan oleh dayang kepercayaannya dan Ibu Suri. Tapi ada satu kejadian yang membuat semua terperangah : Chae-kyoung mendadak mual. Apakah ini pertanda ia hamil?
TAMAT


http://jessitaputridhiary.wordpress.com/2010/09/06/sinopsis-princess-hours/

1 komentar: